Badan Wakaf Indonesia (BWI) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Panen Perdana Melon Premium Cluster Wakaf Produktif Kota Wakaf Gunungkidul sebagai tindak lanjut program pengembangan dan pemberdayaan tanah wakaf produktif. Program ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem wakaf melalui pengelolaan cluster wakaf Greenhouse Melon Premium yang dikembangkan di wilayah Kota Wakaf Gunungkidul.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 September 2025, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama bertempat di Gedung PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Jalan Kyai Legi, Kepek, Wonosari. Pada sesi ini dilaksanakan rangkaian acara seremonial, meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Al-Qur’an, serta sambutan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Selanjutnya disampaikan laporan Program Cluster Wakaf Greenhouse Melon oleh para pengelola wakaf, yakni Wakaf Mulia Institute, PCNU Gunungkidul, PT Nusa Farm, dan Satu Wakaf Marketplace. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Komisioner BWI Pusat, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, serta sambutan Bupati Gunungkidul.

Sesi kedua dilaksanakan di lokasi Cluster Wakaf Greenhouse Melon, yang berada di depan PLHUT Kemenag Kabupaten Gunungkidul. Pada sesi ini dilakukan prosesi panen perdana melon premium varietas Inthanon Sweet Aprilia dan Golden Kinanti, yang telah menunjukkan hasil panen berkualitas tinggi. Selain panen perdana, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai teknologi budidaya hidroponik, pengenalan varietas melon premium beserta karakteristik fisik, tingkat kemanisan (brix), dan rasa, serta kunjungan edukatif ke area greenhouse, pascapanen, dan pengemasan. Kegiatan dilengkapi dengan dokumentasi foto dan video profesional serta papan informasi interaktif di setiap titik edukasi.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, peserta juga mengikuti sesi tasting produk olahan melon premium, berupa potongan buah melon, minuman infused melon, dan es melon madu. Kegiatan ditutup dengan diskusi mengenai arah pengembangan ke depan, mencakup rencana scaling up, dampak sosial, serta peluang pemasaran dan ekspor produk wakaf produktif.

Melalui kegiatan ini, BWI DIY berharap program wakaf produktif berbasis pertanian modern dapat menjadi model pengelolaan wakaf yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah ekonomi, serta menghadirkan keberkahan dan kemaslahatan bagi umat, khususnya di wilayah Kota Wakaf Gunungkidul.