Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY) melakukan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Sanggrahan dan Desa Beji, Kecamatan Prambanan, Klaten.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026/11 Shafar 1448, bertempat di Balai Desa Sanggrahan. Pendampingan ini merupakan hasil kerja sama BWI DIY dengan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pendampingan diikuti oleh 24 pelaku UMKM dari Desa Taji dan Desa Sanggrahan.
Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin, dalam materinya menekankan pentingnya penguatan pondasi usaha. "Pelaku UMKM harus menguatkan dua pilar manajemen. Pertama manajemen material, terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Kedua manajemen spiritual, meliputi antara lain usaha yang dilakukan diniatkan ibadah, jujur, dan senantiasa bersyukur atas usaha yang dilakukan. Jika dua manajemen ini bisa dijalankan secara bersama-sama, makan usaha yang dijalankan akan tumbuh berkelanjutan, bermanfaat untuk umat dan menghadirkan keberkahan yang berkelanjutan.
"Melalui program sinergi dan kolaborasi, BWI DIY berharap UMKM di dua desa itu dapat naik kelas, mandiri, dan menjadi bagian dari ekosistem perekonomian pedesaan yang produktif, berkah dan berkelanjutan", pungkasnya.