Kunjungan monitoring dipimpin Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Hesbul Bahar, didampingi Kun Nurachdijat dan Wage Wardana, Selasa 11 Agustus 2026/28 Shafar 1448 bertempat di Ruang Rapat I Kanwil Kemenag DIY. 
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Hesbul Bahar, memaparkan bahwa kunjungan monitoring dimaksudkan untuk membahas optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai salah satu instrumen dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain membahas program ZISWAF, agenda tersebut juga mencakup monitoring efektivitas Program Kampung Zakat dan Kota Wakaf di Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY), H. Misbahrudin, dalam paparannya menyampaikan, bahwa perwakafan di DIY secara umum terlaksana dengan baik, utamanya dalam pengelolaan. Peruntukan tanah wakaf selain tempat ibadah, masjid dan mushola, juga untuk sarana pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi umat.
BWI DIY berharap kepada pemerintah, melalui Kedeputian III KSP, untuk mendorong terbitnya Peraturan Pemerintah atau Instruksi Presiden tentang optimalisasi wakaf uang. Diharapkan dengan adanya keterlibatan pemerintah, khususnya dalam optimalisasi wakaf uang, diharapkan realisasi wakaf uang akan terus meningkat.