Diskusi dan release survei diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (HIPMI SYARIAH DIY), Kamis 4/6/2026 (18 Dzulhijjah 1447) bertempat di Poenokawan Cafe Resto & Gallery, Jl. KH.Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Diskusi dan release dihadiri Pemda DIY, Kanwil Kemenag DIY, MUI, BWI, DMI, Muhammadiyah, NU, Masyarakat Ekonomi Syariah, dan pegiat ekonomi syariah.

Dokumentasi BWI DIY
Ketua Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY), H. Misbahrudin, menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil survei tingkat pemahaman/familiaritas generasi milenial dan Gen-Z (kelahiran 1981-2009) terhadap wakaf produktif sangat rendah, yakni 26,28% dari 448 responden. Sedangkan pemahaman wakaf secara umum sudah relatif bagus, di angka 76,39%.

BWI DIY mengapresiasi dan menyampaikan rasa syukur atas hasil survei yang dilakukan HIPMI Syariah DIY. Hasil survei menguatkan kembali komitmen BWI DIY untuk menjalankan empat program prioritas diantaranya penguatan literasi wakaf. Berbagai hasil survei menunjukkan, bahwa tingkat literasi wakaf masih rendah. "Tahapan yang telah dan sedang dilakukan BWI DIY, dalam meningkatkan literasi, memperkuat dan mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan menjadikan media sosial sebagai saluran utama dalam edukasi wakaf", pungkasnya.