Ketua BWI DIY Hadiri Panen Raya Melon Premium. 

Ketua Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY), H. Misbahrudin, menghadiri panen raya melon premium yang ditanam di atas tanah wakaf produktif Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua, Selasa 15 September 2026 (3 Rabiul Tsani 1448) bertempat di komplek Pesantren Nurul Ummah Dua, Wates, Kulon Progo. Turut mendampingi mahasiswa magang IIQ An Nur Yogyakarta, Alfi Khoirunnisa dan Novi Hikmatunnisa. 

Dokumentasi BWI DIY
Panen raya melon premium dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof.Dr. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Bupati Kulon Progo,  Ketua DPRD Kulon Progo,  Kepala Kemenag Kulon Progo, Ketua Perhimpunan BMT Indonesia, BWI Kulon Progo, BAZNAS Kulon Progo, pejabat dan aparat terkait serta tokoh masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI dalam sambutan menyampaikan, bahwa Kulon Progo memiliki posisi strategis dengan adanya bandara internasional. Ia berharap produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis wakaf mampu bersaing dengan produk lainya. “Islam mempunyai mekanisme zakat, infak, sedekah dan wakaf di dalam pengembangan perekonomian. Dengan ini mari kita dukung bersama dalam pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia.” ujar Waryono.
Dokumentasi BWI DIY
Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej mengucapkan terimakasih atas sinergi semua pihak sehingga tanah wakaf di PP Nurmadu Kulon Progo dapat bermanfaat untuk nazir, umat dan masyarakat luas. “Kami sudah sediakan lahan wakaf seluas 1.500 m2 untuk pengembangan penanaman melon premium. Sinergi ini semoga akan menjalar ke daerah manapun, sehingga tanah wakaf menjadi produktif dan bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, DR. H. R Agung Setyawan S.T., M.Sc., M.M., berharap agar program wakaf bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo. Ia juga menginginkan agar wakaf produktif tidak hanya di pertanian saja tetapi bisa dikembangkan di sektor perternakan, perikanan, kuliner dan lainnya. “Saya senang program Kota Wakaf yang telah dicanangkan di Kulon Progo berjalan dengan baik. Semoga ke depan dengan program wakaf produktif ini mampu menjadikan masyarakat kulon Progo menjadi makmur dan sejahtera,” ungkap Agung.
Dokumentasi BWI DIY