Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY) melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PW DMI DIY) di Kantor Sekretariat PW DMI DIY, Komplek Kanwil Kemenag DIY, Jl. Sukonandi 8 Yogyakarta, Selasa 12/5/2026 (24 Dzulqa'dah 1447). Kunjungan silaturahmi dipimpin Ketua BWI DIY, H.Misbahrudin diterima Ketua PW DMI DIY, Prof.H. Muhammad beserta jajaran pimpinan.  Kunjungan dimaksudkan dalam rangka penguatan sinergi dan kolaborasi pengembangan wakaf uang berbasis masjid.

dokumentasi BWI DIY
Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin menyampaikan, bahwa DMI DIY adalah mitra strategis BWI DIY karena masjid merupakan basis utama perwakafan di Yogyakarta. “Dari 6.900 lebih masjid dan mushola di DIY, potensinya luar biasa jika kita kelola bersama. Masjid tidak hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.


Selain kolaborasi dan sinergi pengelolaan wakaf uang, BWI DIY menawarkan dua program yang juga sama pentingnya, yakni peningkatan literasi wakaf dan pengamanan tanah wakaf, utamanya masjid/mushola yang tanahnya belum sertifikat wakaf.  

Ketua PW DMI DIY, Prof. Muhammad menyambut baik gagasan tersebut dan sangat siap untuk melakukan sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, masjid harus naik kelas dari hanya mengandalkan kotak amal untuk operasional, tetapi juga ada dana yang sebagiannya untuk peningkatan kesejahteraan jamaah melalui wakaf uang. 

Melalui silaturahmi tersebut, kedua lembaga sepakat untuk menyusun langkah-langkah strategis yang segera dilakukan untuk mewujudkan sinergi dan kolaborasi strategis bagi peningkatan kesejahteraan umat.