Yogyakarta — Badan Wakaf Indonesia (BWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat koordinasi (rakor) Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat branding wakaf sekaligus mendorong percepatan transformasi digital pengelolaan wakaf di wilayah DIY.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BWI DIY dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Melalui penguatan komunikasi publik yang terarah, BWI DIY berupaya menghadirkan narasi wakaf yang lebih inklusif, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua BWI DIY, Misbahrudin, yang didampingi Bendahara BWI Ujang Syihabudin, menegaskan bahwa Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi memiliki peran kunci dalam membangun citra kelembagaan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan wakaf. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi teknologi informasi sebagai penunjang utama dalam proses sosialisasi dan transparansi pengelolaan wakaf.

“Divisi ini sangat strategis dalam memperkuat branding BWI sekaligus mendorong penguatan sistem berbasis teknologi informasi. Pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan yang profesional dan terukur mampu meningkatkan capaian secara signifikan, seperti yang pernah terjadi di BAZNAS Kota Yogyakarta yang mengalami peningkatan penghimpunan dari Rp1 miliar menjadi Rp12 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya terletak pada penghimpunan aset wakaf, tetapi juga pada bagaimana mengelola dan mengkomunikasikan dampak wakaf secara efektif kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antar divisi serta pendekatan komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan digital.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi, Dr. Nur Ahmad Ghojali, memaparkan sejumlah program unggulan yang akan menjadi fokus kerja ke depan. Program-program tersebut meliputi kampanye “Wakaf Keren & Produktif”, penguatan ekosistem media digital, edukasi wakaf di lingkungan kampus dan masyarakat, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai output strategis dari rakor ini, BWI DIY juga meluncurkan gerakan unggulan bertajuk “DIY Wakaf Movement”. Gerakan ini dirancang sebagai platform integratif yang menggabungkan kampanye digital, edukasi publik, serta implementasi aksi wakaf produktif secara berkelanjutan.

Melalui “DIY Wakaf Movement”, BWI DIY berharap dapat meningkatkan literasi wakaf di kalangan masyarakat, memperluas partisipasi publik, serta memperkuat kepercayaan terhadap tata kelola wakaf yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Dengan adanya rakor ini, BWI DIY optimistis dapat terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan dan sosialisasi wakaf, sehingga wakaf tidak hanya dipahami sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.