Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY) melakukan audiensi ke Pimpinan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI DIY). Audiensi ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam program pemberdayaan wakaf di wilayah DIY.
Sementara dari BWI DIY dipimpin langsung Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin. Turut hadir Bendahara BWI DIY, H. Ujang Syihabuddin, S.Ag, M.Si dan Kepala Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir, Dr. H. Jarot Wahyudi.
Hadir pula dari Kanwil Kemenag DIY, Ketua Tim Zakat Wakaf, H. Ahmad Nadhif, SE dan Pelaksana, Aziz Shahroni, SH. Dari Kemenag Kota Yogyakarta, hadir Penyelenggara Zakat Wakaf, Ali Sofa, S.Pd.I dan Pelaksana, Muhaimin, S.Si.
Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin menyampaikan, bahwa audiensi ini memiliki dua tujuan utama.
"Audiensi ini dimaksudkan selain untuk perkenalan pengurus dan program BWI DIY, juga untuk menjalin sinergi dan kolaborasi dalam penguatan pemberdayaan wakaf di Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.
Lebih lanjut, H. Misbahrudin menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah dan keuangan sosial. Sinergi dengan BI DIY diharapkan dapat mendorong akselerasi program wakaf produktif, literasi wakaf, serta pengembangan ekosistem keuangan syariah berbasis wakaf.
Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyambut baik inisiatif BWI DIY. Ia menyatakan BI DIY terbuka untuk sinergi dan kolaborasi dalam program-program yang berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat, khususnya melalui instrumen wakaf.
"Dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini, BWI DIY optimis program wakaf produktif di DIY dapat berjalan lebih masif. Mulai dari sertifikasi tanah wakaf, pendampingan UMKM berbasis wakaf, hingga pengembangan Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) sebagai instrumen investasi ekonomi jangka panjang".