Badan Wakaf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWI DIY) menguatkan komitmen sinergi dan kolaborasi kelembagaan dengan menyambangi dua organisasi Islam terbesar di DIY. Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua BWI DIY, H. Misbahrudin, pada Kamis, 2 Juli 2026/17 Muharram 1448.

Dokumtasi BWI DIY
Kegiatan dilaksanakan secara maraton di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) dan dilanjutkan ke Kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY). Di PWM DIY, rombongan BWI DIY diterima oleh Pimpinan Wilayah, Dedek Haris, S, sementara di PWNU DIY, audiensi diterima oleh Ketua Tanfidiyah, Dr.KH. Zuhdi Muhdlor.

Dalam audiensi tersebut, H. Misbahrudin menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam pengembangan wakaf di Yogyakarta. “Tanpa sinergi dan kolaborasi dengan dua pilar besar umat ini, gerakan wakaf di DIY tidak akan berjalan optimal dan masif,” ungkapnya.

Audiensi menghasilkan kesepahaman pada tiga agenda penting ke depan. Pertama, percepatan sertifikasi tanah wakaf. BWI, PWM dan PWNU DIY akan menuntaskan sertifikasi tanah wakaf milik amal usaha yang belum bersertifikat. Langkah ini untuk memberikan kepastian hukum dan melindungi aset umat dari potensi sengketa. Kedua, penguatan literasi wakaf dengan menyasar anak usia TK sampai Perguruan Tinggi. Materi ajar tentang wakaf diusulkan masuk kurikulum pendidikan agama tingkat Dasar sampai Perguruan Tinggi. Data menunjukkan bahwa literasi wakaf bagi masyarakat masih sangat rendah. Ketiga, pengembangan dan pemberdayaan wakaf produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Audiensi ini diharapkan menjadi tonggak awal kerja-kerja konkret BWI DIY bersama Muhammadiyah dan NU untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen ekonomi umat yang berdaya, berkemajuan, dan membawa kemaslahatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.